25 November 2011

ULTAH ANTROPOLOGI KE 30


SEBAGIAN DOSEN ANTROPOLOGI FISIP USU, FOTO BERSAMA DENGAN ROMBONGAN PEMBICARA DALAM SEMINAR "WANITA DAN PRESTASI".

MEDAN 23 NOVEMBER 2001
Posted by Picasa

ULTAH 30 TAHUN ANTROPOLOGI


Foto bersama seusai seminar dengan tema "Wanita dan Prestasi". Tampak dalam gambar (dari kiri ke kanan): Dra. Mariana Makmur, MA; Dra. Tjut Syahriani M.Soc.sc; Dr. Fikarwin Zuska; Drs. Zulkifli Rani, MA; Dra. Sri Alem Sembiring, M.Si; Dra. Nita Savitri, M.Hum; Dra. Rytha Tambunan, MSi; Prof. Dr. Chalida Fachruddin; Dato' Paduka Dr. Mumtaz Begum Bt. Abdul Jaffar; suami dari Dr. Mumtaz; dan Dra. Sabariah Bangun, M.Soc.Sc.
Posted by Picasa

ULTAH ANTROPOLOGI KE 30

Salah satu acara dari rangkaian acara dalam rangka 30 TAHUN DEPARTEMEN ANTROPOLOGI DAN IKATAN MAHASISWA ANTROPOLOGI adalah seminar dengan tema "Wanita dan Prestasi". Bertindak selaku pembicara di antaranya adalah Dato' Paduka Dr. Mumtaz Begum Bt. Abdul Jaffar, Wakil Ketua Kesatuan Olah Raga Amatur Malaysia; pernah meraih medali emas Sea Games Lari 100 meter putri. Pembicara lainnya adalah Dra. Rytha Tambunan MSi; staf pengajar Departemen antropologi USU, yang kini tengah mengikuti program Doktor (S3) di USM Malaysia, dengan konsentrasi pada kelompok-kelompok minoritas.
Foto diambil beberapa saat usai seminar. Tampak dalam gambar: Dra. Mariana Makmur MA; Dra. Tjut Syahriani, M.Soc. Sc; Dr. Fikarwin Zuska; Drs. Zulkifli Rani, MA; Dra. Sri Alem Br. Sembiring, MSi; Dra. Nita Savitri, M.Hum; Dra. Rytha Tambunan, MSi; Prof. Dr. Ny. Chalida Fachruddin; Dato' Paduka Dr. Mumtaz Begum Bt. Abdul Jaffar; suami Dr. Mumtaz dan Dra. Sabariah Bangun, M. Soc.Sc.
Posted by Picasa

07 September 2011

BERITA DUKA CITA

Staf pengajar, pegawai, dan mahasiswa Departemen Antropologi FISIP USU mengucapkan Innalillahi wa inna Ilaihi Rojiun atas meninggalnya Ibunda dari kerabat/ Ibu Dra. Nita Savitri, M.Hum pada hari Sabtu, 3 September 2011 pukul 22.00 WIB di Bogor.

Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh ketabahan dan kesabaran.

Ketua Departemen Antropologi FISIP USU


Fikarwin Zuska

27 Juli 2011

Ayah Bertanya, Anak Dikeluarkan Dikeluarkan

Ayah Bertanya, Anak Dikeluarkan Dikeluarkan

VIVAnews - JK: 20 Juta WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

VIVAnews - JK: 20 Juta WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

600 Tahun Lalu, Aceh Pernah Dilanda Tsunami Besar



Penulis : Agus Utantoro

Selasa, 26 Juli 2011 06:34 WIB


YOGYAKARTA--MICOM: Aceh pernah dilanda tsunami yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan gempa dan tsunami yang terjadi pada 2004 lalu.


"Dari riset yang saya lakukan di Meulaboh, berdasar endapan paleotsunami, dapat dilihat bahwa pernah terjadi giant tsunami di Aceh sekitar 600 tahun silam," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Eko Yulianto di Pusat Studi Bencana (PSB) UGM, Yogyakarta, Senin (25/7).


Data yang berhasil diungkap itu, ujarnya, menepis anggapan bahwa di Aceh tidak pernah terjadi gempa besar dengan skala di atas 9,0 SR.


"Sayangnya temuan ini ditemukan setelah terjadi gempa di Aceh. Jika ditemukan lebih cepat sebenarnya jumlah korban gempa dan tsunami bisa diminimalisir," jelasnya.


Selain di Aceh, Eko juga melakukan penelitian di tebing Sungai Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat. Dari penelitian tersebut ditemukan empat lapisan
pasir yang menjadi bukti awal di kawasan tersebut pernah terjadi beberapa kali tsunami.


Salah satunya berupa lapisan pasir tebal yang diendapkan di atas lumpur mangrove dan ditutupi endapan banjir. Pada lapisan pasir tersebut terdapat cangkang Foraminifera. Di atas lapisan tersebut terdapat beberapa lapisan yang memiliki ketebalan sekitar 1-3 cm, salah satunya merupakan bekas tsunami Pangandaran 2006 lalu.


Menurut dia, temuan itu menunjukkan kurang lebih 400 tahun yang lalu, di wilayah ini diperkirakan pernah terjadi tsunami yang skalanya jauh lebih besar dibanding tsunami 2006. (AU/OL-9)